Puisi-puisi Fatah Yasin Noor

Dan

Dan setangkup sunyi itu berlagulah. Bersama hitam malam dalam arang yang kehilangan api. Sedianya kunyalakan unggun biru. Sebab telah kudaki tinggi gunung untuk kusadap getah pengasingan. Udara terus mencatat. Dari belakang punggungku terlindung ransel. Sepatu kulit kuning langsat. Tapi duri cinta masih menjamah saat aku melintasi tepian jurang.

Adalah relief hujan yang mengguyur batu. Kuning ketumbar diantara daun talas dan rumput paku. Kutarik kafan untuk mayatku sendiri.

Banyuwangi, Februari 2021

Leave a Comment

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *