Perpustakaan Nasional Gelar Peluncuran Buku dan Seminar Nasional Seabad Setahun Asrul Sani

Seminar Nasional – Asrul Sani dalam Dinamika Budaya Indonesia. Foto : Perpusnas.

Jakarta — Suasana khidmat dan penuh semangat kebudayaan menyelimuti Lantai 4 Gedung Perpustakaan Nasional RI, Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu pagi ini. Di tempat itulah, tiga institusi besar — Pelaku Sanggar Pelakon, Himpunan Sarjana – Kesusastraan Indonesia (HISKI), dan Perpustakaan Nasional RI — bersatu menyelenggarakan Peluncuran Buku dan Seminar Nasional Seabad Setahun Asrul Sani : Intelektualitas, Jejak Karya, dan Sineas Indonesia sebagai penghormatan atas seratus satu tahun kelahiran sastrawan dan sineas legendaris Asrul Sani (1925 – 2026).

Acara pembukaan dimulai tepat pukul 09.00 WIB setelah ratusan peserta menyelesaikan registrasi sejak pukul 08.00 WIB. Pewara dari Perpustakaan Nasional membuka rangkaian seremonial, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya” dan pembacaan doa yang menambah kekhusyukan suasana.

Tiga sambutan berturut-turut mewarnai sesi pembukaan. Prof. Dr. Novi Anoegrajekti, M.Hum., Ketua Umum HISKI sekaligus Ketua Pelaksana, membuka sambutan pertama dengan menekankan urgensi merawat warisan intelektual Asrul Sani bagi kehidupan sastra Indonesia masa kini. Sambutan kedua datang dari Ibu Mutiara Sani Sarumpaet, Pimpinan Pelaku Sanggar Pelakon sekaligus putri kandung Asrul Sani, yang menyentuh hadirin dengan kenangan personal tentang sosok sang ayah. Puncaknya, Prof. E. Aminuddin Aziz, M.A., Ph.D., Kepala Perpustakaan Nasional RI, secara resmi membuka Seminar Nasional sekaligus menandai dimulainya Peluncuran Buku.

Momen peluncuran buku menjadi bagian paling memukau dalam rangkaian pembukaan. Sebuah video dokumenter ditayangkan, mengantarkan hadirin menyelami jejak panjang kehidupan dan karya Asrul Sani. Setelahnya, Ibu Mutiara Sani Sarumpaet — didampingi Prof. Riris K. Toha-Sarumpaet dan Prof. Novi Anoegrajekti — menyerahkan buku secara simbolis kepada sejumlah tokoh negara, di antaranya Menteri Agama RI, Menteri PPPA RI, Kepala Badan Bahasa Kemendikdasmen, Kepala PDS H.B. Jassin, serta Ketua Dewan Kesenian Jakarta. Rangkaian seremonial ini ditutup dengan pembacaan puisi yang mengharukan oleh Dr. Tengsoe Tjahjono, M.Pd. dari HISKI, mempertegas semangat sastrawi yang menjiwai seluruh kegiatan.

Seminar Nasional selanjutnya berlangsung dalam dua sesi hingga pukul 16.00 WIB, menghadirkan para pakar sastra dan budaya terkemuka Indonesia yang mengupas pemikiran, karya, dan warisan Asrul Sani dari berbagai perspektif. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta dan narasumber sebagai penutup dari sebuah peringatan yang sarat makna bagi khazanah sastra dan kebudayaan Indonesia.

___________________

* Nurul Ludfia Rochmah. Lahir dan tinggal di Banyuwangi. Mengajar di MAN 1 Banyuwangi. Penulis buku Kumpulan Cerita Kopi : Karbit (2017); Kumpulan Sajak : Perempuan Pemarah Jalanan (2020); Kumpulan Esai : Menandai Musim Pandemi (2020).

Leave a Comment

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *